|
BACALAH!
Membaca adalah perintah Allah yang pertama. Sebelum perintah shalat, puasa, zakat,
Allah memerintahkan pada hamba-Nya untuk membaca dan selalu membaca. kenapa?
Islam bukanlah dogma, Islam adalah konsep yang harus dihayati dengan kesadaran umatnya. Islam tidak menghendaki umatnya menjalankan
agamanya secara taqlid, membabi buta.
Islam adalah agama kesadaran. Ad-dinnu aqlun laa diina liman laa aqla lahu. Agama adalah kesadaran. Tidak sempurna agama seseorang
yang tidak memiliki kesadaran.
Allah telah memberi kebebasan manusia untuk memilih jalan hidup. Telah nyata kebenaran dan kebathilan. Qad tabayyanar rusydu
minal ghay. Saat mengumumkan rububiyah-Nya, Allah tidak hanya berbicara kepada hamba-hamba-Nya yang beriman, yang percaya
saja. Namun kepada seluruh bangsa manusia, dan jin. Wahai manusia, demikian Dia berfirman, bertakwalah kepada Rabb kalian
yang telah menciptakan kalian semua dari satu jiwa. Menciptakan pasangannya, kemudian mengembangbiakan mereka menjadi keturunan
yang banyak, lelaki dan perempuan.
Kini terserah manusia memilih jalan hidupnya, lengkap dengan konsekuensi dan resikonya. Allah tidak pernah memaksa, pilihan
beriman atau pilihan melawan, masing-masing dengan konsekuensi sendiri-sendiri. Barangsiapa yang ingin beriman silakan, dan
barangsiapa yang melawan pun silakan. Rububiyah Allah tidak akan berkurang atau berubah hanya karena kita tidak (mau) mengakuinya.
Tidak juga bertambah hanya karena kita mengakui-Nya. Allah sekedar memberi tahu, kemudian kitalah yang memutuskannya.
Maka, saat Jibril membawa wahyu Allah, dia berkata, "Muhammad, hiduplah sesukamu, sebab bagaimanapun kamu akan mati juga.
Cintailah apa yang kamu mau, toh kamu akan berpisah dengannya. Dan berbuatlah semaumu, karena kamu akan bertemu dengan Allah
juga akhirnya".
Laa ikraaha fid-diin, tiada paksaan dalam agama. Juga tidak sempurna Islam seseorang yang terpaksa. Sebelum memilih jalan
hidup, bacalah dan jangan berhenti membaca. Ulangi, dan ulangi lagi, hingga penglihatanmu jadi lelah. Jika kita membaca dengan
benar niscaya pilihan kita satu, yaitu Allah. Manusia berasal dari satu rumpun yaitu Nabi Adam. Setelah itu nyatakanlah Laa
ilaaha illallah dan istiqomahlah. Persembahkan seluruh hidup untuk Syahadah ini.
Jiwa amarah kita yang liar, akhirat yang kepadanya kita ingkar, atau nafsu yang senantiasa membakar, adalah adonan yang sempurna
untuk memanjakan setan penggoda didalam palung kalbu kita. menghentikan kenikmatan yang sangat diperlukan jiwa yang tenang
dan damai, yang muthmainah.
Kita pun lupa bahwa terbit matahari tak lama lagi. Tinggal menghitung hari-hari yang sejatinya membawa kita semakin mendekat
kepada-Nya, dengan membawa seluruh keyakinan beserta amalan yang kita punya.
Kemudian kita bersuka, sebab janji Allah adalah benar jua adanya. Puncak bahagia sebab seluruh penderitaan berakhir manis,
berganti rahmat Sang Pemurah yang tiada akan pernah habis.
Ataukah justru api yang menyengat membuat seluruh kenikmatan dunia berubah menjadi derita yang sangat. Menjadi luka menganga,
sebab hidup yang sebenarnya baru dimulakan.
Masihkah kita tidak peduli? bahwa Dia benar-benar ada. Atau kita memang telah lupa,gelap mata kita tetapi matahari yang kita
salahkan.
|